Rabu, 23 Desember 2009

Banu Musa Bersaudara

Banu Musa bersaudara hidup pada abad ke-9. Sebagai ilmuwan mereka sangat aktif di dalam Rumah Kebijaksanaan di Baghdad. Banu Musa bersaudara sendiri terdiri dari :

Abu Ja'far Muhammad ibn Musa ibn Shakir yang hidup antara tahun 803-873. Dia memiliki keahlian khusus di bidang astronomi, teknik, geometri dan fisika.

Ahmad bin Musa ibn Shakir yang hidup antara tahun 803-873. Dia memiliki keahlian khusus dibidang bidang teknik dan mekanik.

Al-Hasan bin Musa ibn Shakir yang hidup antara tahun 810-873. Dia memiliki keahlian khusus di bidang rekayasa dan geometri.

Banu Musa bersaudara merupakan putra-putra dari Musa ibn Shakir yang bekrja sebagai ahli astrologi Kalifah al-Ma'mun. Pada saat Musa ibn Shakir meninggal, dia meninggalkan anak-anaknya yang masih muda dalam lingkungan kalifah. Dia mempercayakan anak-anaknya untuk dibimbing oleh Ishaq bin Ibrahim al-Mus'abi, seorang mantan gubernur Baghdad. Pendidikan dari tiga bersaudara tersebut juga dipercayakan kepada Yahya bin Abu Mansur yang telah bekerja di Rumah Kebijaksanaan yang terkenal dengan perpustakaannya dan sebagai pusat penerjemahan berbagai macam ilmu pengetahuan di Baghdad, Irak.

Salah satu buku terkenal karya Banu Musa bersaudara tentang mekanika berjudul Kitab al-hiyal (Kitab perangkat mekanik). Dalam buku tersebut mereka menciptakan desain pembuatan air mancur yang melibatkan berbagai macam teknik dan trik. Mereka menerapkan berbagai macam prinsip-prinsip geometri dan prinsip fisika untuk membuat air mancur. Buku tersebut juga memuat tujuh model atau desain air mancur. Desain pertama memperkenalkan gaya dasar yang ditemukan dalam semua air mancur. Sedangkan sejumlah desain yang lain digunakan untuk membuat air mancur yang lebih rumit lagi. Sebagai contoh, bagaimana air mancur bentuk pancaran airnya bisa berubah dari satu bentuk ke bentuk lain secara periodik.

Setiap air mancur memiliki tunas yang menjadi tempat pipa-pipa yang membentuk air mancur yang memancar memiliki bentuk yang unik. Biasanya tunas tersebut di dalamnya terdapat dua kompartemen di mana bagian bawah tekanan air terakumulasi, sebelum air tersebut dilepaskan melalui pipa di kompartemen atas. Bentuk air mancur yang memancar keluar tergantung bagaimana kompartemen atas diatur. Terdapat tiga bentuk dasar air yang memancar keluar antara lain, lili, perisai, dan tombak.

Air mancur dasar merupakan bagian dari desain hebat lainnya yang bisa memasukkan dua bentuk pancaran air mancur dalam sebuah tunas. Dua bentuk pancaran air mancur yang keluar dari air mancur bisa berlaku secara bersama-sama. Tetapi ada pula pancaran air mancur yang berubah secara periodik, misalnya berubah dari sebuah tombak ke sebuah perisai dan kembali lagi ke pancaran air berbentuk tombak.

Berbagai desain air mancur telah dikembangkan dan didokumentasikan oleh Banu Musa bersaudara tetapi semua desain tersebut mencapai hasil yang sama. Setiap desain air mancur yang didasarkan pada metode tertentu mampu secara berkala mengubah bentuk air yang berasal dari setiap tunas.

Untuk membuat pancaran air yang keluar bergantian berbentuk seperti tombak dan perisai memerlukan pengaturan yang sangat cermat dan teliti. Pengaturan harus seimbang dengan memperhatikan prinsip-prinsip fisika. Keseimbangan bertindak sebagai sebuah saklar yang menentukan bagaimana air dari kanal utama didistribusikan ke setiap bak. Salah satu bak untuk memancarkan air dalam bentuk tombak, dan bak yang satunya untuk memencarkan air dalam bentuk perisai. Bak ini ditempatkan pada air mancur dan tersembunyi dari pandangan publik, bak tersebut berfungsi sebagai akumulator tekanan, dengan demikian menyediakan pasokan air yang cukup dan tekanan untuk menciptakan efek air mancur yang diinginkan.

Dalam desain sebelumnya Banu Musa bersaudara telah mendesain bak yang menentukan bentuk keluarnya air. Selanjutnya, mereka mendesain air mancur dengan menggunakan roda gigi cacing dan katup canggih yang memungkinkan air yang keluar dari tunas memiliki efek yang sama yakni air bisa berubah bentu secara bergantian baik dalam bentuk tombak maupun bentuk perisai. Namun kali ini, bak tersembunyi di dalam air mancur yang dibutuhkan hanya satu saja untuk menghasilkan efek air mancur yang berbeda.

Penemuan cara pembuatan air mancur oleh Banu Bersaudara memberikan efek yang besar terhadap kemajuan arsitektur Islam. Sebab air mancur itu sangat berguna untuk mempercantik taman dengan meletakannya di antara pepohonan maupunn di dalam sebuah kolam yang indah.

Dalam berbagai catatan sejarah Islam, umat Islam tampaknya menjadi umat yang pertama menggunakan media air untuk didesain sebagai taman yang digunakan untuk memperindah ruangan baik di rumah, masjid, istana, maupun taman umum. Tetapi tampaknya hanya sedikit naskah sejarah yang menyebutkan maupun menceritakan tentang keberadaan air mancur pada masa kekalifahan. Bahkan Banu Musa bersaudara sendiri tidak menulis banyak tentang bagaimana setiap perangkat mereka untuk digunakan. Namun keahlian mereka untuk mendesain air mancur dengan berbagai model telah menunjukkan kehebatannya sebagai para ilmuwan Muslim masa kekalifahan.


Karya-karya Banu Musa Bersaudara

Selain membuat berbagai macam jenis air mancur dalam Kitab al-hiyal (Kitab perangkat mekanik), Banu Musa bersaudara juga menemukan sejumlah mesin otomatis dan alat mekanis. Beberapa penemuan ini meliputi:

Katup

Alat pengontrol

Seruling otomatis

Mesin yang bisa diprogram

Perangkat trik mekanik

Lampu badai

Lampu otomatis

Masker gas

Sistem gagal-aman

Tekanan diferensial

Banu Musa juga menemukan alat yang dikenal sebagai alat musik mekanik paling awal. Alat ini berupa hydropowered organ. Alat musik tersebut sering digunakan dan diproduksi hingga pertengahan abad kesembilan belas. Mereka juga menemukan alat musik seruling otomatis yang merupakan salah satu mesin yang bisa diprogram untuk pertama kalinya.

Kitab Pengukuran Pesawat dan Figur Berbentuk Bola

Risalah Matematika Banu Musa bersaudara yang paling terkenal adalah Kitab Pengukuran Pesawat dan Figur Berbentuk Bola. Kitab ini mempertimbangkan masalah-masalah yang dipikirkan oleh Archimedes, seorang ilmuwan ahli matematika, fisika, dan astronomi dari Yunani. Archimedes membahas tentang Pengukuran Lingkaran Pada Bola dan Cilinder.

Buku tentang gerakan bola

Kakak tertua Banu Musa bersaudara, Abu Ja'far Muhammad ibn Musa ibn Shakir adalah perintis astrofisika dan mekanika langit. Dia menuliskan buku tentang gerakan bola, dalam bukunya tersebut dia menuliskan penemuannya tentang benda-benda langit yang menjadi subyek dalam hukum fisika bumi.

Karya tentang gerakan bintang dan hukum tarik-menarik

Abu Ja'far Muhammad ibn Mūsā ibn Shākir , dalam karyanya tentang gerakan bintang dan hukum tarik-menarik menjelaskan adanya gaya tarik-menarik antara benda-benda langit. Hal ini membuktikan bahwa hukum gravitasi Newton berlaku secara universal.

Premis Kitab Conics

Abu Ja'far Muhammad ibn Musa ibn Shakir menulis tentang Premis Kitab Conics yang isinya revisi kritik terhadap Kitab Conics milik Apollonius yang merupakan ilmuwan dari Yunani, seorang ahli geometri dan astronomi.

Masalah mekanik

Ahmad ibn Musa ibn Shakir, adik Abu Ja'far yang ahli mekanik menuliskan karya tentang perangkat pneumatik yang disebut disebut mekanik.

Karya tentang elips

Sedangkan Al-Hasan ibn Mūsā ibn Shākir, saudara termuda dari Banu Musa bersaudara yang ahli geometri menuliskan karya tentang elips.


1 komentar: